Kamis, 19 September 2019
Home/ Berita/ Dahlan Rais: Jadilah Politisi dan Kembalilah ke Muhammadiyah

Dahlan Rais: Jadilah Politisi dan Kembalilah ke Muhammadiyah

Padang - Kebanggan Muhammadiyah terhadap kadernya yang terjun di ranah politik tersampaikan jelas oleh Ketua PP Muhammadiyah, H. A. Dahlan Rais, dalam pidato pembukaannya pada perhelatan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVI, Jumat siang (21/11).

 “Kami mengucapkan selamat kepada saudara Saleh Daulay, yang mengikuti jejak beberapa Ketua PP Pemuda Muhammadiyah sebelumnya. Seperti Hajrianto, Imam Addaruquthni bahkan pada periode awal ada Imam Muhadi dan yang lain-lainnya. Pemuda Muhammadiyah, sebagaian kader terbaiknya terjun ke ranah politik”, ungkapnya.

Ketua PP Muhammadiyah ini mengaku bangga terhadap  Saleh P. Daulay, Karena Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut berhasil menjadi anggota DPR RI dan  duduk sebagai Ketua Komisi VIII DPR.

“Muhammadiyah bangga, melepas dengan doa dan sekaligus harapan. Selamat berkiprah di ranah politik”, ucap Dahlan Rais dalam pidato sambutannya. Pesan lain yang tersirat bahwa Muhammadiyah bangga saat kadernya mampu berperan di ranah politik.

Namun, Dahlan Rais juga mengingatkan bagi seluruh kader dengan mengutip pesan yang pernah disampaikan KHA Dahlan. “Jadilah dokter kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah meester kembalilah ke Muhammadiyah, barangkali kalau KHA Dahlan melihat peristiwa ini beliau juga berpesan, jadilah politisi kembalilah ke Muhammadiyah”, tambahnya.

Nilai yang ditekankan Dahlan Rais terletak dalam kalimat ‘jadilah politisi dan kembalilah ke Muhammadiyah’. Ia menambahkan, "Maksudnya jelas, mudah-mudahan yang berkiprah di politik, memiliki uswatun hasanah, akhlakul karimah, dan  memegang teguh amanah,"

Dalam kesempatan itu, Dahlan Rais juga berharap, Muktamar Pemuda Muhammadiyah kali ini menjadi Muktamar yang bermartabat. Muktamar harus bisa dijadikan momentum penting untuk bertatap muka pengurus Pemuda Muhammadiyah dari seluruh wilayah Indonesia.

"Muktamar sekaligus pasti harus dimanfaatkan sebagai media konsolidasi. How to unite, How to become strong. Bagaimana menyatukan dan bagaimana menjadikan lebih kuat. Menyamakan persepsi, meneguhkan visi dan misi, memperjelas jati diri dan juga menyamakan orientasi". ungkapnya. (abey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *