Kamis, 26 November 2020
Home/ Berita/ Silaturahim Menlu-PP Muhammadiyah Bahas Kecenderungan Politik Global Termasuk Islamophobia

Silaturahim Menlu-PP Muhammadiyah Bahas Kecenderungan Politik Global Termasuk Islamophobia

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA-- Silaturahim ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Kamis (5/11). Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi bicara tentang kecenderungan isu politik global serta isu-isu strategis lainnya.
 
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir seusai pertemuan mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh Menlu, Retno Marsudi adalah kunjungan lanjutan. Karena antara Muhammadiyah dan Menlu sudah terjalin persaudaraan.
 
Pertemuan tersebut secara garis besar membicarakan isu-isu global, seperti perkembangan kasus di Prancis. Menurut Haedar, langkah ataupun sikap yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam kasus tersebut patut dihargai.
 
“Indonesia yang berbasis negeri muslim terbesar di dunia dan menjunjung politik bebas aktif, itu menunjukkan bahwa dunia internasional di negara manapun perlu menghargai keberadaan agama dan umat beragama,” ucapnya.
 
Haedar menambahkan, sikap tegas yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia atas ungkapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron merupakan suatu yang penting sebagai penegasan bahwa Indonesia hadir dan concern dalam isu-siu politik internasional.
 
Kedua, kecenderungan politik global yang terjadi saat ini menurut Haedar, memerlukan antisipasi dari Indonesia. Sebagai negara mayoritas muslim, kunjungan Menlu RI ke Muhammadiyah juga meminta masukkan terhadap situasi kekinian yang bersifat global tersebut.
 
Ketiga, pertemuan tersebut juga membahas mengenai pandemi covid-19. Karena sifatnya yang global, pandemi ini secara tidak langsung juga masuk dalam agenda Kemenlu. Sedangkan terkait dengan pengadaan vaksin oleh pemerintah, Haedar meminta supaya dipersiapkan dengan seseksama mungkin.
 
“Muhammadiyah mendukung sikap pemerintah untuk tidak tergesa-gesa dalam hal vaksin, tetapi dipersiapkan dengan seseksama mungkin dari aspek dukungan ilmu pengetahuan, dari para ahli vaksin, dan ahli-ahli epidemiologi,” imbuhnya
 
Termasuk dalam pelaksanaannya, kata Haedar, karena menyangkut hajat hidup rakyat, pelaksanan vaksinasi harus diperhitungkan betul-betul dan secara baik.
 
Dalam kesempatan tersebut Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, menghimbau kepada umat Islam, bahwa dalam menghadapi perkembangan kasus di Prancis maupun perkembangan di politik global, umat muslim harus bisa menunjukkan sikap elegan sebagai representasi dari keislaman.
 
“Menunjukkan sikap yang elegan dari Islam, menjauhi kekerasan dan tetap mengembangkan sikap kritis yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam yang rahamatan lil alamiin," pungkas Haedar.
 
Selain diterima secara langsung oleh Haedar Nashir, hadir dalam pertemuan yang dilangsungkan di Gedung Grha Suara Muhammadiyah, antara lain Siti Noordjanah Djohantini (Ketua Umum PP ‘Aisyiyah), dr Agus Taufiqurrahman (Ketua PP Muhammadiyah), Agung Danarto (Sekretaris PP Muhammadiyah).
 
Sementara, yang mendampingi Menlu yakni Teuku Faizasyah (Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik), Muhsin Syihab (Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga), serta Achmad Rizal Purnama (Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *