Kamis, 26 November 2020
Home/ Berita/ Implementasi Mencintai Nabi dalam Kelestarian Lingkungan

Implementasi Mencintai Nabi dalam Kelestarian Lingkungan

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Muhammad SAW sebagai Rasul membawa risalah yang melekat pada diri beliau sendiri. Hal ini dibuktikan dengan perintah yang diberikan oleh Allah kepada beliau, yakni untuk memperbaiki akhlaq manusia, dan itu melekat dalam diri beliau. 
 
Rasulullah saw. bagi umat muslim menjadi uswatun hasanah (contoh yang baik) pada umatnya dan ini dijelaskan dalam Qs. Al-Ahzab : 21. 
 
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
 
Rasulullah saw. selalu mengajarkan teladan dalam segala aktivitas yang dimulai dari dirinya sendiri, sehingga sebagai umatnya kita harus meneladani Rasulullah saw. dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam upaya melestarikan lingkungan. 
 
"Rasulullah telah mengajarkan banyak hal yang terkait dengan lingkungan dan pelestariannya. Misal, shadaqah melalui penanaman pohon, dilarang menebang pohon tanpa alasan, membakar liang persembunyian semut, dan masih banyak lagi," ungkap Gatot Supangkat, Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhamamdiyah, Rabu (28/11). 
 
Rasulullah saw, berpesan kelestarian alam akan menjernihkan pandangan. "Ada tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri, pada air yang mengalir, dan pada wajah yang rupawan." (HR Ahmad).
 
Sebagai umat Rasulullah saw. sudah semestinya kita meniru upaya-upaya pelestarian yang dilakukan beliau. Pandemi saat ini justru membantu upaya pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan secara efisien melalui media dalam jaringan (daring/online), yang terbatas ruang dan waktu. 
 
Namun, menurut Gatot persoalan lingkungan belum dipahami secara baik oleh banyak orang, termasuk sebagian para pemangku kepentingan, sehingga ini yang menjadi tantangan dan sekaligus menjadi penghambat dalam upaya pelestarian lingkungan. 
 
Permasalahan lingkungan, kata Gatot, merupakan permasalahan universal, siapa pun tidak terkecuali akan mengalaminya. Misal, banjir tidak akan memilih dan memilah, baik kaya, miskin, pejabat, rakyat, agama, suku, dan lain sebagainya. Untuk itu, pelestarian atau pencegahan terhadap kerusakan lingkungan menjadi tanggungjawab semua orang tidak terkecuali. 
 
"Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama lintas lini dan tidak terbatas oleh sekat apa pun (status sosial, agama, ras, suku,dll)," lanjutnya. 
 
Dalam upaya pelestarian lingkungan ini, Muhammadiyah sangat peduli dengan isu-isu lingkungan yang berkembang hingga saat ini. Keputusan itu telah dimasukkan dalam Tanfidz Keputusan Muktamar ke-47,terutama pada hal yang terkait dengan penyelamatan dan pengelolaan lingkungan. 
 
Adapun isu-isu yang menjadi perhatian Muhammadiyah, yakni isu-isu Keumatan (pola hidup bersih), Kebangsaan (air dan kekeringan) dan Kemanusiaan Universal (perubahan iklim).
 
Muhammadiyah meihat bahwa akar permasalahan lingkungan, yaitu perilaku manusia terhadap lingkungan, yang merupakan cerminan cara berpikirnya. Hal ini mengingat Rasulullah saw. berpesan untuk memperbaiki lingkungan dan terus menanam pohon. 
 
"Jika kiamat terjadi sedangkan di tangan seseorang di antara kalian ada benih tanaman, selama ia mampu menanamnya sebelum berdiri maka lakukanlah." (HR Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad).
 
Aksi Muhammadiyah untuk selalu aktif dalam pelestarian lingkungan bersifat konseptual dan praksis dengan program utamanya yakni pendidikan lingkungan. Program MLH bersifat konseptual dan praksis dengan program utamanya, yakni Pendidikan Lingkungan. 
 
Secara konseptual Muhammadiyah telah melakukan penerbitanbuku dan panduan praktis upaya-upaya pelestarian lingkungan. Program yang telah dilakukan adalah penerapan sekolah ramah lingkungan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. 
 
Secara praksis telah dilakukan gerakan peduli lingkungan, diantaranya kawasan penyejuk bumi meliputi gerakan menanam pohon dan wakaf tanaman. Yang kedua, gerakan pungut dan shodaqoh sampah yang meliputi banyak keggiatan diantaranya eco friendly, eco house, eco village, eco mosque, dan eco tourism. Yang ketiga, GEMARI (gerakan hemat air dan energi) di seluruh lingkungan Muhammadiyah. 
 
Dari semua hal yang telah dilakukan Muhammaiyah dapat kita lihat semangat Muhammadiyah untuk selalu mengupayakan pelestarian lingkungan senada dengan semangat Rasulullah saw. dalam kebermanfaatan bagi sesama dan menjaga kelestarian lingkungan. (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *