Minggu, 20 September 2020
Home/ Berita/ Bertahan di Tengah Pandemi, LLHPB PWA DIY Berdayakan Guru TK ABA

Bertahan di Tengah Pandemi, LLHPB PWA DIY Berdayakan Guru TK ABA

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Gerakan Keluarga Resilince/Lenting (red: ketahanan) merupakan program Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah yang menggerakkan keluarga ‘Aisyiyah untuk merespon Covid-19. Kegiatan dimulai dengan edukasi tentang keluarga lenting oleh PWA DIY berlokasi di TK ABA Nitikan dan TK ABA Komplek Masjid Kota Perak. Dalam kegiatan itu disampaikan materi tentang budi daya sayuran menggunakan metode hidroponik. Diharapkan pemberian materi ini membantu para guru-guru TK ABA berdaya dengan kompetensi selain mengajar.

Sebanyak 60 bibit sayuran dan 200 ekor bibit lele telah diterima sebagai awal dari pelaksanaan Program Lenting di TK ABA Nitikan. Sebagai penerima bantuan, TK ABA Nitikan diwakili oleh Kelapa Sekolah, Jamilatus Saudah dan beberapa perwakilan Guru yang nantinya akan menyampaikan hasil pelatihan kepada rekan guru lainnya. “Dengan adanya program ini, semoga dapat bermanfaat bagi pihak sekolah dan keluarga sekolah di lingkungan TK ABA Nitikan,” tutur Jamila dalam seremoni serah terima bibit tanaman, Kamis (5/8).

Salah satu tujuan kegiatan, disampaikan oleh perwakilan Tim Manajemen Program Lenting, Suria Dwiwahyu adalah peningkatan ketahanan pangan di kalangan Guru/ Sekolah TK ABA. Sehingga penanganan terhadap tanaman hidroponik ini harus diperhatikan dengan seksama. Dalam pelatihan juga disampaikan tips atau upaya dalam perawatan tanaman, supaya kondisi tanaman tetap ternutrisi.

Di kesempatan lain Tining Sundari, Kepala Sekolah TK ABA Kompleks Masjid Kota Perak, Kotagede menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang terlah diberikan oleh LLHPB melalui Program Lenting. “Dengan bantuan yang diberikan, harapannya akan memberikan semangat dan pemantik bagi guru dan keluarga di lingkungan TK untuk mandiri dan Tangguh menghadapi dampak Covid-19”, tambahnya. Harapannya ilmu yang didapat tidak hanya untuk kalangan guru namun juga dapat dibagikan kepada keluarga dan wali murid.

“Dengan program ini semoga anak-anak dan orang tuanya, yang tadinya tidak suka sayur jadi suka sayur, jadi hidupnya bisa lebih sehat,” ungkap Yuni Purwanti, Anggora Dikdasmen PWA DIY.  Selain pelatihan budi daya sayur menggunakan metode hidroponik, pelatihan ini juga memberikan tips budi daya sayur dengan aquaponik, dimana nutrisi tanaman didapat dari kotoran ikan lele dan memanfaatkan media sekam bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *