Sabtu, 04 Juli 2020
Home/ Berita/ Hadapi Ekses Negatif Pandemi, Nasyi’atul ‘Aisyiyah Dorong Ketahanan Keluarga

Hadapi Ekses Negatif Pandemi, Nasyi’atul ‘Aisyiyah Dorong Ketahanan Keluarga

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Menghadapi masa pandemi yang terus berlangsung, PP Nasyi’atul ‘Aisyiyah (PPNA) memandang perlu digalakkannya program ketahanan keluarga.

“Keluarga adalah unit terkecil dalam membangun ketahanan nasional. Sayangnya sebagian kita melihat diskusi urusan keluarga sebagai urusan privat sehingga tidak terbuka,” keluh Ketua PPNA Norma Sari dalam seri Covid-19 Talk diskusi webinar Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Selasa (23/6).

Atas hal itu, PPNA melalui program Keluarga Muda Tangguh Nasyi’atul ‘Aisyiyah (KMTNA) menurut Norma lebih banyak bergerak di masa pandemi melalui berbagai usaha pada masyarakat rentan terdampak dari kajian, bimbingan rohani, hingga konsultasi psikologi bekerjasama dengan MCCC.

“Kita perlukan generasi yang produktif dan inovatif, bukan generasi rebahan. Semoga narasi positif ini juga akan mengalirkan hal yang bermanfaat. Tangguh itu bukan sebatas kuat tapi konsisten,” ucapnya seraya prihatin atas tingginya kasus perceraian di usia muda.

Menyambung Norma, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti turut prihatin atas peningkatan kasus krisis kesehatan mental hingga kekerasan di dalam rumah tangga yang banyak menjadikan anak dan perempuan sebagai korban.

“Ada 368 kasus kekerasan (oleh orangtua) pada anak. Belum yang tidak terakses. Ada sesuatu yang terabaikan. Semua komponen bangsa punya kewajiban,” imbuh Brian mengapresiasi PPNA yang bergerak dalam penguatan prinsip, strategi pemenuhan hak dan jaminan perlindungan anak dan ketahanan keluarga.

Sementara itu Wakil Sekretaris MCCC Deni Wahyudi Kurniawan menilai selain pentingnya penguatan pendidikan pola asuh anak (parenting) beserta ketahanan keluarga, penting juga bagi setiap orangtua di dalam rumah tangganya untuk melihat keluarga sebagai sebuah organisasi kecil yang harus dipersiapkan rencana strategisnya secara matang.

“Banyak keluarga yang tidak membekali dirinya sebagai sebuah organisasi yang harus di-manage dengan baik. Tidak ada rencana strategis sehingga banyak yang tidak siap menghadapi guncangan,” imbuhnya.

Ketua PPNA Norma Sari berharap setiap anggota di dalam rumah tangga menjalankan fungsinya di berbagai aspek secara patut agar terciptanya keluarga yang adaptif di masa pandemi.

“Tantangannya adalah menemukan pola percepatan adaptasi, meneruskan hal-hal yang positif dalam pembelajaran keluarga, melanjutkan gaya hidup sehat, penciptaan lingkungan sehat dan kondusif serta menyiapkan jaring pengaman sosial (safety net),” pungkasnya. (afn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *