Selasa, 28 Januari 2020
Home/ Berita/ Menko PMK Apresiasi Inovasi Teknologi Pertanian UMM

Menko PMK Apresiasi Inovasi Teknologi Pertanian UMM

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG-- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat apresiasi dari Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, karena trobosan dan inovasi dalam teknologi pertanian.
 
“Pertanian saat ini perlu direformasi agar dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional. Saya berharap inovasi ini dapat diterapkan di desa guna meningkatkanproduktifitas dan ekonomi masyarakat," ungkap Muhadjir dalam siaran pers yang diterima tim muhammadiyah.id pada Selasa (14/1).
 
Inovasi yang dilakukan oleh UMM menurut Muhadjir, adalah langkah kreatif untuk mendukung gpembangunan desa. Penting untuk diketahui, pembangunan desa harus dimaksimalkan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional. 
Salah satunya melalui inovasi teknologi.
 
"Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya petani, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain dalam urusan teknologi pertanian. Sehingga perguruan tinggi diminta perannya untuk menambal kekurangan ini. Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), UMM tidak ingin berpangku tangan.
 
"Tugas kita bersama adalah melangsungkan transformasi ekonomi, karena banyak problem besar muncul dari persoalan ekonomi. Ekonomi ini menjadi yang paling pokok yang menyebabkan persoalan di bidang lain," tambah Muhadjir.
 
Inovasi UMM diantaranya di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan energi.
 
Salah satunya berupa pembuatan drone digital smart farming, rekayasa varietas padi, peternakan lele teknologi probiotik, penggemukan sapi, pasteurisasi susu, telur antioksidan, pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan lain sebagainya.
 
Inovasi smart farming dengan mengembangkan drone yang telah diprogram untuk menabur pupuk ataupun pembasmi hama dengan jumlah yang tepat sesuai kebutuhan dan penggunaan varietas padi unggul. Hasil uji coba panen padi telah meningkatkan produktifitas padi hingga 300% atau mencapai hasil rata-rata 13, ton/ha sekali panen.
 
Inovasi harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi penta helix menjadi salah satu pendekatan yang perlu dilakukan, yaitu antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan media.
 
Dengan inovasi ini diharapkan akan ada pengembangan usaha ekonomi produksi, penguatan ketahanan pangan, pemenuhan kebutuhan perbaikan gizi, dan peningkatkan ekonomi masyarakat. Dana desa dapat dimanfaatkan untuk penerapan teknologi dalam rangka meningkatkan produktifitas.
 
“Saya minta Rektor UMM agar inovasi yang telah diuji coba segera dipatenkan dan disebarluaskan penerapannya di masyarakat terutama di desa. Dosen-dosen yang telah melakukan inovasi agar dapat dipikirkan kesejahteraannya dan diberi insentif yang layak," tutup Menko Muhadjir..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *