Selasa, 28 Januari 2020
Home/ Berita/ UM Purwokerto Kembali Lantik Dokter Baru

UM Purwokerto Kembali Lantik Dokter Baru

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOKERTO – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah melantik 20 dokter baru, terdiri dari 14 dokter wanita dan 6 dokter pria, dalam Sumpah Dokter FK UMP di Aston Hote Purwokerto, Senin (13/1).
 
Dekan Fakultas Kedokteran UM Purwokerto dr Mamboyanto mengatakan, sumpah dokter ini merupakan tonggak sejarah bagi FK UM Purwokerto dengan lulusan perdana bisa mencapai 87%.
 
“Semuanya itu karena kerjasama komponen dari para dosen, karyawan, komite orangtua dan dukungan rektor beserta civitas akademika,” katanya.
 
Dijelaskan, berdrinya FK  UM Purwokerto sangat berat dan unik karena pada waktu itu dalam keadaan moratorium sehingga ada lima calon FK baru, hanya FK UM Purwokerto yang lolos diberikan ujian dengan nilai 90 lebih sehingga izin oprasionalnya diserahkan secara pribadi oleh dirjen kala itu.
 
“Ini tidak terlepas perjuangan dari segenap civitas dan komponen yang mendukung dengan berdirinya FK UM Purwokerto maka komandonya adalah kualitas dengan standar input proses output, dan terbukti dengan lulusan ini ada yang memiliki nilai diatas 80. Sehingga nantinya akan diberikan penghargaan dari komite orangtua mahasiswa medika dan satu-satunya yang dalam pembimbingan dan uji kompetensi mahasiswa profesi pendidikan dokter gratis semua,” jelasnya.
 
Mambo berpesan agar nantinya setelah sumpah dokter, kemudian internship, baru bisa praktik mandiri. “Jagalah nama baik almamater kalian. Karena ini adalah perjuangan awal kedepan untuk menyesuaikan diri,” jelasnya.
 
Sementara itu Rektor UM Purwokerto Anjar Nugroho berbagga dan berbahagia bisa menyaksikan sumpah dokter. Karena untuk menuju pelantikan dan sumpah dokter tersebut harus melalui proses yang panjang.
 
“Untuk bisa masuk di Fakultas Kedokteran saja dibutuhkan seleksi yang ketat. Tidak setiap orang bisa masuk kesini. Itu sudah harus melalui proses yang sangat berat sekali,” katanya.
 
Rektor mengungkapkan bahwa untuk sampai disumpah dokter itu yang paling berjasa adalah orang tua. “Bahwa kami mengantarkan menjadi dokter itu bukanlah yang utama. Yang utama justru adalah orangtua kalian. Merekalah orang yang paling penting yang menyebabkan para mahasiswa ini menjadi dokter,” pungkasnya. (Syifa)
 
Sumber : Humas Tegar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *