Senin, 21 September 2020
Home/ Berita/ Berbagai Kalangan Apresiasi Pemikiran Haedar Nashir Terkait Moderasi Indonesia

Berbagai Kalangan Apresiasi Pemikiran Haedar Nashir Terkait Moderasi Indonesia

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Berbagai apresiasi datang atas buah pemikiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengenai Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan yang disampaikan dalam pengukuhan guru besar yang digelar pada Kamis (12/12) di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Salah satu apresiasi itu datang dari partai politik PDI Perjuangan, Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, pidato Haedar mengedepankan moderasi sebagai suatu metode mengatasi masalah dengan cara mengatur, memandu, dan mengedepankan dialog, serta lebih memilih cara persuasif dan komunikasi interaktif merupakan pendekatan terobosan yang sesuai dengan tata budaya Indonesia. Meskipun demikian moderasi tetap berdiri kokoh di atas hukum.

“Pendapat Beliau bahwa radikalisme yang dilawan dengan cara radikal akan menciptakan radikalisme baru adalah suatu kritik. Dengan moderasi, maka penangganan berbagai bentuk ekstrimisme di ranah agama, politik, dan ekonomi akan dilakukan dalam persepktif yang lebih luas. Moderasi bertopang pada kemanusiaan dan keadilan,” papar Hasto.

Ditambahkan Hasto, gagasan Haedar bahwa Pancasila berdiri ditengah dimaknakan sebagai komitmen kebangsaan agar Indonesia tidak terombang-ambing pada tarik menarik kepentingan ekstrim kiri dan kanan.

Sementara Jusuf Kalla mengatakan, kita semua sepaham apa yang disampaikan Haedar Nashir adalah hal yang sangat penting apalagi berbicara menjadi bagian dari pada pemikiran dalam masyarakat tentang radikalisme.

JK mejelaskan, radikalisme ada hal yang positif tentu radikalisme berfikir yang mengubah sesuatu itulah hal yang positif. Apabila radikalisme diartikan dalam bentuk perubahan yang cepat dalam pemerintahan yang tegas reformasi termasuk radikalisme,

“Jadi karena radikalisme dalam artian reformasi kita smua ada di sini. Orde baru juga radikalisme dari orde lama apabila berbicara mengani ini,” kata JK dalam sambutanya.

JK juga mengapresiasi pidato Haedar Nashir yang mengajak untuk bagaimana berfikir moderasi dari pada deradikalisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *