Sabtu, 07 Desember 2019
Home/ Berita/ UMS Kampanyekan Kurangi Sampah Plastik

UMS Kampanyekan Kurangi Sampah Plastik

SURAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID — Sampah plastik dewasa ini menjadi momok persoalan sampah di Indonesia. Sebuah data memperlihatkan saat ini indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Dalam setahunnya, negara khatulistiwa ini menghasikan sampah plastik kurang lebih 187,2 juta ton/tahun.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, lahirlah hastag #umscantiktanpaplastik yang coba digaungkan oleh Gerakan Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS). Tagar tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh sivitas akademika UMS untuk bijak menggunakan plastik dalam kegiatan sehari-harinya.

Untuk melancarkan hajat mulianya ini, HW UMS menggandeng beberapa komunitas atau organisasi lingkungan di Kota Solo, yaitu Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo, Nyampah Asyik, Sunrise Indonesia, Kreasik dan Ini Bumi Kita.

Ahmad Khoirul selaku promotor tagar  “UMS cantik tanpa plastik” mengatakan untuk mengenalkan gerakannya diawali dengan diskusi 'Jagongan Sampah Kampus' pada Rabu sore (7/11/2019) di samping selatan kantin tepi danau UMS.

"Tagar ums cantik tanpa plastik ini sebagai bentuk kampanye kepada seluruh keluarga besar UMS untuk mulai mengurangi konsumsi palstik khususnya di lingkungan kampus" ujarnya.

Mas Ul, sapaan akrabnya juga berharap, UMS mampu membuat sistem pengelolaan sampah yang ada di kampus dengan baik. "Jika pengelolaannya (red. - sampah) baik,  Maka keinginan UMS sebagai kampus Go Green akan semakin terwujud" tandas mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UMS itu.

Diskusi dengan tajuk “Jagongan Sampah Kampus” yang perdana ini mengundang aktivis lingkungan sekaligus founder Bank Sampah Kreasik Solo yakni Miftahul Arozaq atau biasa di sapa Pak Oz. Dalam pengantar diskusi dirinya menjelaskan jika manusia hidup di dunia ini setiap harinya akan menghasilkan sampah, maka kesadaran untuk bijak menggunakan barang yang berpotensi menjadi sampah harus tumbuh mulai dari kesadaran diri sendiri.

"Sampah rumah tangga saja yang diisi 4 sampai 5 orang, dalam seharinya biasanya bisa menghasilkan sampah 0,5 Kilogram. Jadi semua harus dimulai dari diri kita untuk bijak menggunakan plastik," jelas Pak Oz.

Pegiat Forum Solo Hijau ini mengajak kepada peserta diskusi untuk memulai mengurangi penggunaan sampah plastik. "Mulai sekarang coba kita mulai membawa botol air minum isi ulang sendiri, Wadah makanan yang bisa dipakai ulang. Kita ingin indonesia ini terbebas dari sampah" pungkasnya.

Diskusi “Jagongan Sampah Kampus” ini, rencananya akan rutin dilakukan setiap satu minggu sekali di hari Rabu sore. Tiap minggunya akan menghadirkan tokoh inspiratif yang bergerak di bidang lingkungan khususnya sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *