Selasa, 10 Desember 2019
Home/ Berita/ MPM PP Muhammadiyah Gelar Qurban bersama Difabel

MPM PP Muhammadiyah Gelar Qurban bersama Difabel

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN — Kuatkan keberdayaan dan giatkan semangat berbagi, Kelompok Difabel dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah selenggarakan Kurban Bersama Difabel yang bertempat di Mushola Al Fallah, Kanoman, Banyuraden, Gamping Sleman.

“Kita sama, berupaya saling berdaya. Serta kita saling tanamkan semangat berbagi kepada sesama sebagai suatu kesatuan kelompok sosial yang saling mempengaruhi,” kata Ahmad Ma’ruf, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah pada Selasa (12/8).

Sebagai kesatuan kelompok sosial, orang difabel masih kerap mendapatkan stigam negatif. Karena perbedaan fisik yang mereka miliki. Namun dengan adanya kelompok-kelompok tersebut berusaha menghapus stigma tersebut. Sementara acara ini diselengarakan atas kolaborasi antara Kelompok Simpan Pinjam Bangun Akses Kemandirian (KSP Bank) Difabel, Ngaglik dan Galang Difabel Gamping (Gading). Kedua kelompok tersebut secara intensif melakukan pemberdayaan kepada anggota difabel.

“Bukan hanya menyaksikan, kawan-kawan difabel juga turut aktif dalam proses pemotongan daging. Hal ini merupakan semangat bersama yang terus kita tularkan kepada kelompok-kelompok rentan,” tambah Ma’ruf.

Menurutnya, tidak boleh lagi ada diskriminasi kepada sesama. Manusia diciptakan sudah sesuai fitrahnya masing-masing. Sehingga rasa saling menghormati, toleransi, dan gotong royong harus selalu dikedepankan untuk menciptakan masyarakat inkulsi.

Terkait inklusi, Ma’ruf meminta kepada pihak terkait untuk bisa saling bersinergi. Karena terkadang masih ditemukan beberapa fasilitas umum yang belum ramah terhadap difabel. Padahal pembangunan yang dilaksanakan adalah untuk kepentingan bersama, maka secara otomatis semua pihak harus turut bisa merasakannya.

Sementara itu, Sajimin, anggota kelompok difabel yang ditunjuk sebagai ketua panitia menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu suksesnya acara ini. Menurutnya acara seperti ini memiliki nilai lebih, karena bisa menunjukan peran difabel di masyarakat. Serta menghilangkan stigma bahwa difabel dianggap sebagai beban, dan minim peranannya di lingkungan sosial sekitarnya.

“Terimaksih kepada semua pihak, dan kita bersama-sama teriakan semboyan kita. Beda, bisa luar biasa. Sebagai pemacu semangat kita dalam bermasyarakat.” Pungkas Jimin

Selain mentasyarufkan daging hewan kurban, acara ini juga mengajak anak-anak difabel untuk mengenal literasi melalui bimbingan aktifis dari Rumah Baca Komunitas (RBK). Dalam kesempatan tersebut, anak-anak difabel juga diajarkan untuk mencintai lingkungan melalui tanam pohon.

Kurban Bersama Difabel kali ini menyembelih sebanyak 11 ekor kambing dan satu ekor sapi. Daging dari pemotongan hewan tersebut kemudian di tasyarufkan kepada anggota, serta masyarakat sekitar lokasi penyembelihan. (A'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *