Kamis, 12 Desember 2019
Home/ Berita/ UM Magelang Gelar Nikah Massal dengan Cara Unik

UM Magelang Gelar Nikah Massal dengan Cara Unik

MUHAMMADIYAH.ID, MAGELANG — Sambut peringatan hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia dan Milad ke-55 Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang dengan acara pernikahan massal yang dikemas dalam dengan unik.

Rektor UMMagelang, Eko Muhammad Widodo mengatakan, kegiatan yang diselengarakan sebagai bentuk kepedulian sosial. Berjalannya kegiatan ini juga sebagai bakti alumni terhadap kampus, yang mana ikatan alumni UM Magelang sebagai penyelengara acara.

"Pernikahan bareng yang digelar UMMagelangini memfasilitasi pasangan yang ingin menikah terutama yang terkait dengan proses pernikahan semuanya gratis. Mulai pelaminan, biaya pernikahan sampai yang lain menjadi tanggung jawab panitia," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (7/8).

Diselenggarakannya kegiatan nikah massal di kampus UMMagelang juga sebagai solusi atasmahalnya upacara pernikahan, serta memberikan sensasi yang berbeda bagi pengantin dengan memilih tempat yang tidak biasa. Seperti memilih tempat di wall climbing, yang mengharuskan pengantin pria dengan baju pengantinya dan memakai helm, kemudian diminta untuk memanjat sebagai bukti usaha atas pernikahannya.

Selain di wall climbing, nikahan juga diselengarakan di ruang laboratorium, studi radio, dan crane bengkel otomotif.

"Momentum ini akan memberikan kesan tersendiri bagi 17 pasang pengantin. Biasanya nikah dilakukan di masjid atau di rumah tetapi kita carikan spot yang unik. Memori pengantin yang tidak akan pernah terlupakan bahwa nikah saya di arena panjat dinding dan sebagainya," tambahnya

Sementara itu, salah seorang pengantin pria, Dedi Rahman mengucapkan terimakasih kepada UMMagelang yang telah menyelengarakan upacara pernikahan yang unik. Menurutnya, pernikahan yang dikemas dengan cara unik seperi ini akan membekas dan tidak dilupakan oleh para pengantin sepanjang hidupnya.

"Sebelumnya saya belum pernah melakukan panjat dinding dan tidak terbayangkan kalau mau menikah dengan cara unik ini. Baru kali ini saya panjat dinding," katanya

Meski demikian, dijalankannya pernikahan dengan unik tetap tidak meningalkan kaidah-kaidah keagamaan, ada saksi, wali, mahar, dan ada ijab qobul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *