Kamis, 19 September 2019
Home/ Berita/ Mahasiswa UNIMUS Siap Berkompetisi di International Young Scientist Invention Exhibition

Mahasiswa UNIMUS Siap Berkompetisi di International Young Scientist Invention Exhibition

MUHAMMADIYAH.ID, SEMARANG — Setelah lolos tingkat nasional, hasil riset mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) beserta 20 perwakilan Indonesia menantang 15 negara dalam ajang International Young Scientist Invention Exhibition (IYES)  yang dimulai sejak 8 sampai 12 Juli 2019, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Fitria Fatichatul Hidayah, Dosen Pembimbing yang juga merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Kimia Unimus mengatakan, riset yang berjudul  “Carne Gel Anti Dandruff : Combination of Utilization of Papaya (Carica Papaya) Skin Extract and Rambutan Fruit Skin (Nephelium Lappaceum) Using Viscolam as Gelling Agent Anti Dandruff Hair”berhasil menyingkirkan peserta lain pada tingkat nasional.

Karya yang berhasil di bukukan oleh mahasiswanya kemudian ia dorong untuk bisa masuk dalam perlombaan internasional, sehingga bisa membawa kebangaan dan nama harus kampus beserta mahasiswa yang bersangkutan.

“Mahasiswa agar tidak hanya puas berkarya di tingkat nasional namun juga harus mendunia,“ katanya.

Salah satu peserta, Mahardian Muhammad Firdaus mengatakan bahwa, munculnya ide dari riset yang dilakukannya bersama 4 teman lainnya terkait adanya keluhan yang datang kepadanya karena persoalan rambut berketombe yang jika dibiarkan akan menimbulkan jamur dan menyebabkan penyakit.

”Setelah melakukan penelusuran pustaka maka dicari senyawa-senyawa berbahan herbal yang dapat menghilangkan ketombe. Selama ini produk anti ketombe masih seputar shampo, melalui invention ini dikembangkan produk anti ketombe dalam bentuk gel yang dapat digunakan sehari-hari,” paparnya.

Ia menerangkan, keunggulan hasil dari riset yang mereka lakukan adalah dengan memakai bahan-bahan alami. Karena marak saat ini bahan-bahan kesehatan yang digunakan kebanyakan dari bahan kimia. Dianatara bahan yang mereka gunakan adalah kulit pepaya, bayam dan kulit rambutan yang diambil senyawa alkaloin, flavanoid, polivenol, tanin dan saponin.

“Setelah bahan-bahan tersebut terkumpul, kemudian dilakukan proses maserasi selama tiga hari dan penyaringan, selanjutnya dibuat dalam bentuk gel,” tambahnya.

Hasil riset ini, selain lolos untuk diperlombakan dalam kompetisi inventor di Malaysia, juga lolos untuk mengikuti kompetisi yang sama di Taiwan.

Adanya prestasi tersebut, Wakil Rektor III UNIMUS, Samsudi Rahajo berharap kepada mereka supaya bisa terus berkembang dan membawa nama UNIMUS di kancah internasional, serta bisa mengharumkannya. Selain diperlombakan, hasil riset dari mahasiswanya juga akan ditindak lanjuti dengan melakukan produksi. (a'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *