Kamis, 23 Mei 2019
Home/ Berita/ Bahas Persatuan Bangsa, Muhammadiyah Banyuwangi Hadiri Pertemuan Lintas Ormas

Bahas Persatuan Bangsa, Muhammadiyah Banyuwangi Hadiri Pertemuan Lintas Ormas

MUHAMMADIYAH.ID, BANYUWANGI – Pasca berlangsungnya pencoblosan Pemilihan Umum, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi menghadiri pertemuan Ormas Islam se-Banyuwangi.  PDM Banyuwangi hadir bersama empat organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya yakni Nahdlatul Ulama (NU),  LDII, Al Irsyad, dan Rabithah Alawiyah di Aula Subussolihin Masjid Baitul A’la Banyuwangi, Jawa Timur pada Selasa (14/5). 

Temu Ormas Islam kali ini mengambil tema ‘Tandang Bareng’ sebagai bagian dari sarana komunikasi antar Ormas Islam yang ada di Banyuwangi untuk menjaga kedamaian NKRI serta sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.

Ketua PDM Banyuwangi Mukhlis Lahudin tidak memungkiri tentang adanya perbedaan antar ormas satu dengan yang lain. Apalagi disaat masa pemilihan umum berlangsung, Ormas Islam banyak bersinggungan dengan perbedaan pilihan politik. Namun yang lebih utama adalah menjaga persamaan di antaranya yang harus ditingkatkan.

“Menjaga persamaan nilai islam dalam bingkai kebhinekaan itu yang perlu kita jaga, sebab hal ini adalah salah satu bagian penting dalam menjaga kedamaian NKRI utamanya dan Banyuwangi khususnya.” ungkap Mukhlis. 

Selain para pimpinan lima Ormas Islam yang ada di Banyuwangi , acara tersebut juga dihadiri oleh Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi, dan sejumlah badan otonom ormas serta para pengurus harian masing-masing ormas.

"Kegiatan ini merupakan agenda ketiga kami ormas Islam di Banyuwangi. Tujuannya selain silaturahmi juga sebagai bagian dari komunikasi antar ormas demi menjaga kedamaian di masyarakat," kata Muhammad Yamin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi.

Muhammad Yamin menambahkan pihaknya berharap, lintas ormas mulai dari NU, Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad dan Rabithah Alawiyah bisa bersama saling menjaga kedamaian NKRI dan Banyuwangi yang beranekaragam suku, budaya, agama, ras, etnis dan golongan. (nisa)

Kontributor: Rizki Andre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *