Selasa, 18 Desember 2018
Home/ Berita/ GO-JEK dan Lazismu Kolaborasi Manfaatkan Teknologi sebagai Kebaikan Sosial

GO-JEK dan Lazismu Kolaborasi Manfaatkan Teknologi sebagai Kebaikan Sosial

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Gerakan filantropi dalam era teknologi digital lahir dari permasalahan sosial dan ekonomi yang berubah dengan cepat. Bersamaan dengan itu potensi ekonomi yang berdampak sosial dari konsep teknologi digital memberikan peluang untuk menciptakan ekonomi kreatif. 

Sebagai langkah mengingkatkan ekonomi yang inklusif, Lazismu berkolaborasi bersama GO-JEK dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof. Dr. HAMKA, mengadakan program acara bertajuk Technology for Social Good, bertempat di Aula A.R. Fachruddin, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur (29/11/2018).  

Tujuan kegiatan ini mengenalkan dan mengajak para mahasiswa untuk berkreasi menelurkan ide-ide inovatif di dunia digital yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia. Di samping itu, kegiatan ini juga mengajak civitas akademik UHAMKA untuk mengenal lebih dekat aktivitas fundraising Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UHAMKA, Nuryadi Wijiharjono, mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Melalui tema Technology for Social Good UHAMKA berharap para mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kualitas dalam proses belajar dan mengajar.

Nuryadi melanjutkan, teknologi telah memberikan kemudahan kepada manusia, termasuk kemudahan dalam dunia pendidikan.

“Dengan menekan tombol saja melalui telepon cerdas apa yang diinginkan datang seeprti ojek online,” katanya memberi contoh. Mungkin ke depan dengan teknologi digital sistem administrasi di kampus akan semakin canggih, lanjutnya.

Apa yang diperoleh pada hari ini semoga dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa bahkan para dosen yang ada di FEB ini. “Terutama berkenaan dengan wacana ekonomi kreatif yang bermanfaat untuk menambah referensi perkuliahan,” terangnya.

Vice President Public Affairs GO-JEK Indonesia, Astrid Kusumawardhani menjelaskan, bagaimana teknologi telah menggerakkan dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat secara lebih efisien. Kehadiran layanan GO-JEK awalnya berangkat dari suatu upaya mengupas persoalan (problem statement) di mana agar aktivitas seseorang berjalan dengan efisien. “Artinya dengan teknologi dapat membantu manusia lebih dinamis dan efektif dalam beraktivitas,” paparnya.        

Karena itu, prinsip kepercayaan menjadi hal penting untuk menambahkan nilai lebih (value added). Selain mempermudah pelayanan dan transaksi teknologi digital sejatinya memberikan dampak sosial yang bermanfaat untuk masyarakat, sambungnya.

Selain itu, ungkap Astrid, layanan yang disuguhkan juga semakin variatif, tidak sebatas kebutuhan moda transportasi, pengiriman barang dan belanja yang menyenangkan, namun teknologi digital membuka kesempatan dan kesetaraan kepada masyarakat untuk saling berinteraksi.

“Bisa dalam bentuk kegiatan ekonomi atau jasa lainnya dalam upaya memenuhi kebutuhan manusia,” tuturnya. Inilah DNA GO-JEK atau genetik perilaku yang dikembangkan sampai saat ini yang terus diinovasi dari berbagai macam persoalan yang dihadapinya.    

Sementara itu, Ricky Fachri, selaku Community Engagement Lead GO-PAY Indonesia, mengatakan, Go-Pay, sebagai anak usaha GO-JEK merupakan perusahaan yang memfasilitasi pembayaran digital. Bersama dengan Lazismu, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan bersedekah non tunai melalui Quick Response (QR) Code.

“Metode ini juga dapat digunakan oleh pemilik aplikasi GO-JEK yang ingin menunaikan sedekah dari saldo yang dimilikinya,” ungkapnya. Dengan kemudahan ini bersedekah jadi praktis, tanpa harus datang ke kantor amil. Jadi cukup melakukan scan QR Code untuk mendebet saldo GO-PAY dan uang yang disedekahkan segera disalurkan kepada Lazismu.

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Program Lazismu, M. Saleh Al-Farabi mengatakan kampus adalah laborarium keilmuan yang mampu mendorong kepada aktivitas kereatif. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan ilmunya dalam kerangka ekonomi yang dipadukan dengan gerakan fialntropi.

Hadir dalam acara itu, Rizky Ardi Nugroho, Entrepreneur Muda, yang mendulang sukses dari mengembangkan usaha beras organik. Rizky berbagi pengalaman kepada 350 lebih mahasiswa yang menanti kehadirannya. Di kalangan mahasiswa yang milenial, nama Mister Popo sudah tidak asing lagi. Rizky banyak menularkan ilmunya di instagram mengenai kisah membuka usaha yang kreatif.  

Siti Nahdira Utami, mahasiswa sementer 1 Manajemen FEB UHAMKA, menilai acara ini sangat bagus. Banyak memberikan manfaat sehingga memotivasi dirinya dan kawan-kawan untuk mengenal teknologi digital. “Bagi yang ingin merintis usaha baru acara pagi hari ini telah menyuntikkan energy bagaimana mengetahui strategi penjualan online,” nilainya.

Hal senada diutarakan Elis Nurhelis, mahasiswa semester 1 Akuntansi, menurutnya dengan mengetahui seluk-beluk teknologi digital ada sesuatu yang berbeda dalam dunia bisnis. Kesan saya, sangat menambah wawasan.

Sementara itu, Falhan Nian Akbar, Manager Fundraising Lazismu, mengungkapkan akan terus melakukan berbagai inovasi untuk memudahkan pelayanan zakat, infak dan sedekah dengan menggunakan sistem digital dalam berbagai transaksi. “Hal ini dilakukan agar masyarakat yang ingin memberikan zakat, infak, dan sedekah semakin terbantu dengan hadirnya berbagai fasilitas yang ada,” tutupnya. (na)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *