Senin, 22 Oktober 2018
Home/ Berita/ Muhammadiyah DIY Segera Kirim 120 Relawan Psikososial ke Lombok

Muhammadiyah DIY Segera Kirim 120 Relawan Psikososial ke Lombok

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID ― Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang membidangi LAZISMU dan LPB PWM DIY Arif Jamali Muis bekerjasama dengan MDMC DIY, LAZISMU DIY, dan LLH-PB PW Aisyiyah DIY merespon bencana gempa bumi di Lombok, NTBakan mengirimkan 120 relawan fokus pada bidang psikososial.

Menurut pria yang berprofesi sebagai guru SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini, telah banyak lembaga lain yang menyalurkan bantuan fisik kepada korban gempa di Lombok. Namun jarang yang menyentuh ranah psikososial para korban.

Untuk itu, PWM DIY dengan prinsip One Muhammadiyah One Respone (OMOR) mencoba memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat Lombok yang menjadi korban gempa. Caranya dengan menerjunkan sejumlah relawan psikososial ke NTB.

 "Kami akan melakukan pendampingan di NTB itu selama tiga bulan ke depan," kata Arif dalam keterangan pers,diYogyakarta, Selasa (18/9/2018).

Kini, PWM DIY telah menerjunkan 45 relawan psikososial ke NTB. Setelah ini, pihaknya masih akan mengirimkan lagi sebanyak 75 relawan psikososial. Harapannya keberadaan mereka dapat memberikan pendampingan terutama kepada anak-anak.

"Filosofinya gini kira-kira, anak-anak itu ketika terjadi bencana, terjadi gempa, atau (bencana) apapun yang lainnya itu boleh bersedih. Hanya boleh (bersedih) di hari pertama ketika terjadi gempa, hari berikutnya anak-anak tidak boleh bersedih lagi," ungkapnya.

"Paling tidak nanti ada 120 relawan psikososial yang akan dikirim sampai Bulan Desember. Jadi kalau selama tiga bulan, dengan setiap bulannya kita kirim 40 relawan maka kita akan mengirimkan 120 relawan psikososial yang akan turun ke sana," lanjutnya.

Adapun para relawan tersebut akan direkrut dari kalangan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas ‘Aisyiyah, juga dari Angkatan Muda Muhammadiyah.

"Sebelum berangkat ke sana tentu kita latih. Kita latih mereka tentang kebencanaan, tentang psikososial, tentang keagamaan dan lain sebagainya. Karena di sana kadang-kadang mereka juga dibutuhkan, disuruh ceramah dan macam-macam," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *