Sabtu, 18 Agustus 2018
Home/ Berita/ AMM Ajak Masyarakat Bersama Melawan Tindakan Terorisme

AMM Ajak Masyarakat Bersama Melawan Tindakan Terorisme

MUHAMMADIYAH. OR. ID, JAKARTA-Rentetan lebih dari tujuh serangan teror di empat tempat berbeda yang menyasar aparat keamanan dan kegiatan agama dalam sepekan ini menimbulkan keresahan dan ancaman bagi persatuan bangsa. Publik mendorong penyelesaian kasus terorisme ini secara serius. 
 
Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang terdiri dari PP Pemuda Muhammadiyah, PP Nasyiatul Aisyiyah, PP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah menggelar Konferensi Pers Perlawanan terhadap Tindakan Terorisme dan Deklarasi Bersama Lawan Terorisme di Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng,  Jakarta pada Rabu, (16/5).
 
"Pertama, kami semua menyampaikan duka dan belasungkawa," ujar Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA), Diyah Puspitarini.
 
Diyah menyatakan NA sangat terkejut dan terpukul dengan cara teror baru yang melibatkan perempuan dan anak.
 
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan ketahanan keluarga," imbuh Diyah.
 
Sementara itu Virgo Sulianto mewakili PP Pemuda Muhammadiyah menyatakan bahwa terorisme untuk saat ini sudah tidak dapat dibiarkan. Kendati demikian, dirinya memandang bahwa Perpu bukanlah jawaban utama.
 
"16 tahun terorisme sudah berjalan di Indonesia, tetapi masih tidak ada solusi yang menjanjikan," sesalnya.
 
"Meskipun demikian, revisi UU Terorisme masih perlu dilakukan. Yang menarik, kepolisian selalu menyatakan bahwa teror ini ada keterlibatan global, jaringan besar. Ini tentu bukan extra ordinary crime semata, tetapi mengancam kedaulatan negara. Maka jika memang membutuhkan penanganan yang bersifat lebih keras, bisa dialihkan kepada TNI. Ini semata-mata dalam rangka melindungi warga negara. Jika mengganggu kedaulatan, TNI tentu bisa menjadi leading sector," ungkapnya.
 
Virgo mengimbau masyarakat untuk tetap saling menahan diri.
 
"Dalam penanganan terorisme juga diperlukan proses yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai atas nama pemberantasan teror, aparat juga melakukan aksi teror," imbuhnya.
 
Dalam konferensi pers yang digelar tersebut melalui Diyah Puspitarini, AMM menyatakan lima poin berkaitan dengan Deklarasi Bersama Melawan Terorisme, antara lain:
 
1. Mengecam dan mengutuk tindak terorisme di Indonesia,
2.Meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada namun tidak bertindak (mencurigai) berlebihan,
3. Mengajak semua elemen baik pemerintah, ormas, maupun organisasi keagamaan untuk bergerak melawan terorisme,
4. Mengajak para tokoh agama untuk memyampaikan kesejukan dan ketenangan kepada jamaahnya dan berhati-hati,
5. Mengimbau umat untuk memanfaatkan momen Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *