Selasa, 18 Desember 2018
Home/ Berita/ Haedar: Suriah Jangan Dijadikan Kancah Gejolak Konflik Timur Tengah

Haedar: Suriah Jangan Dijadikan Kancah Gejolak Konflik Timur Tengah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SRAGEN - Militer Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melakukan serangan rudal bersamaan terhadap tiga target militer utama di Suriah yaitu pos komando militer Suriah di Damaskus, instalasi riset dan produksi senjata kimia di Damasku dan Homs pada Sabtu (14/4) waktu setempat.

Serangan ini melibatkan pesawat jet tempur dan sejumlah kapal perang, yang beroperasi di Laut Mediterania dan Laut Merah.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, sebagaimana gejolak Timur Tengah yang lain, Suriah merupakan titik krusial problem besar Timur Tengah. Oleh karena itu, untuk jangka pendek, Haedar mendesak PBB untuk memberikan perhatian bahwa Suriah jangan menjadi kancah gejolak Timur Tengah.

“Untuk penanganan jangka panjang, harus ada pendekatan komperehensif yang dapat dilakukan oleh PBB agar Timur Tengah tidak menjadi kawasan yang penuh konflik dan mungkin yang menjadi salah satu titik poinnya adalah memecahkan masalah Israel-Palestina,” jelas Haedar ketika ditemui selepas mengisi tabligh akbar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen pada Ahad (15/4).

Haedar berpendapat, hampir banyak masalah yang terjadi di kawasan Timur Tengah selalu ada kaitannya dengan konflik berkepanjangan yang terjadi dikawasan Israel dan Palestina.

Selain itu, Haedar juga berharap pemerintah Indonesia agar dapat tetap menjaga politik proaktif dalam menciptakan dan mendukung perdamaian di Timur Tengah.

“Saya rasa pemerintah Indonesia sangat konsen untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, dan kedepan harus lebih berani lagi,” pungkas Haedar. (adam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *