Minggu, 21 Oktober 2018
Home/ Berita/ SMK Muhammadiyah Lebaksiu Kembangkan Gerakan Literasi Melalui Pojok Baca

SMK Muhammadiyah Lebaksiu Kembangkan Gerakan Literasi Melalui Pojok Baca

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TEGAL- SMK Muhammadiyah Tegal Jawa Tengah memiliki program unggulan yaitu Gerakan Literasi Sekolah. Sebagai usaha untuk mencerdaskan generasi penerus dalam budaya baca dan Tulis. Saat ini SMK Muhammadiyah Lebaksiu sedang membuat konsep pojok Baca. Pojok baca ini nantinya akan berfungsi untuk menggerakan budaya  membaca.

Menurut Pranita Irma Indriani Kelas XI Farmasi dan Ketua Gerakan Literasi Sekolah SMK Muhammadiyah Lebaksu mengatakan, perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut setiap orang memiliki kegemaran membaca dan menulis, hal ini diperlukan guna memperoleh pengetahuan dan wawasan yang luas untuk meningkatkan kecerdasannya.

“Kemampuan membaca mempunyai peran dan menjadi salah satu kunci dalam kesuksesan dikehidupan seseorang, karena setiap informasi dan pengetahuan apapun yang diperoleh tidak terlepas dari kegiatan membaca. Tidak berbeda dengan membaca, menulis pun memiliki peran tersendiri bagi kehidupan seseorang,” kata dia saat ditemui redaksi muhammadiyah.or.id, Rabu (14/2).

Sementara Andi Riswandi, Kepala Sekolah menambahkan, perkembangan minat sangat pada lingkungan dan orang-orang dewasa yang erat pergaulannya dengan mereka, sehingga secara langsung akan berpengaruh pula terhadap kematangan psikologisnya.

“Upaya pihak sekolah untuk meningkatkan minat membaca dan menulis siswa kelas atas melalui kegiatan literasi adalah pihak sekolah selalu memberikan sosialisasi mengenai kegiatan literasi kepada guru maupun siswa, secara berkala mendiskusikan upaya atau metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan literasi agar minat membaca dan menulis meningkat, mengenalkan pentingnya menumbuhkan minat dan mengadakan lomba-lomba sebagai wadah siswa untuk berpartisipasi aktif,” jelasnya.

Pada dasarnya, menurut Andi, kemampuan literasi adalah bagaimana membelajarkan siswa agar rajin membaca dan menulis. Dalam hal ini maka diperlukan kreativitas guru dalam menentukan cara yang efektif dan efisien untuk melancarkan program tersebut. (Syifa)

Sumber: Hendra Apriyadi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *