Senin, 22 Oktober 2018
Home/ Berita/ Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah Melalui Muhammadiyah Heritage Trip

Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah Melalui Muhammadiyah Heritage Trip

MUHAMMADIYAH.OR.ID., YOGYAKARTA – Muhammadiyah Heritage Trip (MHT) merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Yogyakarta. Tujuan dibentuk MHT adalah untuk memfasilitasi konsumen yang ingin mengetahui sejarah Muhammadiyah melalui cagar bangunan yang masih berdiri tegak di Yogyakarta.

“Muhammadiyah Heritage Trip ini merupakan AUM di bawah tanggungjawab Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, selain itu juga kerjasama dengan Bidang Pariwisata PDPM,” terang Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaab PDPM Kota Yogyakarta, Asgar Risanto, saat diwawancarai oleh tim redaksi, Rabu (07/2).

MHT ini, lanjut Asgar, bertujuan untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah berdirinya Muhammadiyah melalui cagar budaya di Yogyakarta.

“Awal mula tercetus MHT ini sebenanya sudah lama, dimulai dari Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta dimana para Muktamirin ingin mengunjungi situs-situs Muhammadiyah, khususnya di Kauman dan Karangkajen,” ungkap Asgar.

Asgar menjelaskan  Kota Yogyakarta sebagai tempat lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah memiliki banyak cerita yang harus diketahui oleh warga Persyarikatan. Melalui MHT diharapkan dapat membantu menjelaskan situs-situs sejarah Muhammadiyah kepada konsumen.

Asgar juga meyakini dengan adanya MHT dapat mengajak pengunjung untuk menyelami kehidupan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, pada masanya dan merasakan perjuangan dakwah Islamiyah di Kauman.

MHT memberikan paket wisata kepada konsumen untuk mengunjungi bangunan cagar budaya Muhammadiyah. Cagar budaya tersebut antara lain: makam KH. Ahmad Dahlan dan tokoh-tokoh Muhammadiyah, Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimat, Masjid Taqwa Suronatan, SD Muhammadiya Suronatan (Standard School), Suara ‘Aisyiyah, dan wisata Kampung Muhammadiyah di Kauman.

Asgar mengatakan saat ini konsumen MHT sangat beragam, mulai dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, AUM, Dinas Pariwisata, dan masyarakat. “Alhamdulillah sudah banyak konsumen yang menggunakan jasa dari kami (MHT), antara lain PTM, SMA Muhammadiyah di berbagai daerah, Pemuda Muhammadiyah, Ortom lainnya, dan masyarakat,” terangnya.

MHT diharapkan menjadi AUM Pemuda Muhammadiyah untuk mendukung pilar ekonomi yang dibangun oleh Muhammadiyah. “Sekarang pada Muhammadiyah abad kedua ini sudah memperkenalkan pilar ketiga, yaitu ekonomi, jadi MHT ini diharapkan menjadi bagian dari AUM yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kader dan memperkenalkan sejarah Muhammadiyah,” tutup Asgar. (Syifa)

Kontributor : Wachid

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *