Senin, 23 Juli 2018
Home/ Berita/ Muhammadiyah Kabupaten Banjar Rajut Kebersamaan Menuju Kabupeten Banjar Sejahtera

Muhammadiyah Kabupaten Banjar Rajut Kebersamaan Menuju Kabupeten Banjar Sejahtera

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARMASIN - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar pada Sabtu (16/12) menyelenggarakan Resepsi Milad Muhammadiyah 108 H/105 M dengan tema  “Muhammadiyah Merekat Kebersamaan Menuju Kabupaten Banjar Sejahtera dan Barokah” bertempat di Alun – Alun Ratu Zalecha Martapura.

Hafizi pantia pelaksana acara dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut mengikuti dari tema besar yang diusung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dipadukan dengan visi kabupaten Banjar yaitu sejahtera dan barokah.

Sementara itu, Hasbi Rivani Ketua PDM Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa pada kegiatan milad ini juga ada pembagian hadiah Festival Lomba Senin Siswa Muhammadiyah (FLS2M) tingkat Kabupaten Banjar, selain itu diadakan penandatanganan kerja sama antara Muhammadiyah dan Lapas Narkoba Karang Intan, dalam rangka pembinaan warga binaan lapas karang intan.

Sementara itu, Khalilurrahman Bupati Kabupaten Banjar menyampaikan suatu kehormatan dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah kabupaten Banjar, dengan perjalanan Muhammadiyah yang sekarang berusia lebih dari satu abad lamanya.

“Pemerintah kabupaten Banjar sangat mengapresiasi kepada Muhammadiyah yang selalu melakukan gerakan Islam yang tidak kenal lelah dan giat dalam berjuang memberikan kontribusi yang nyata dan sangat baik bagi pemerintah maupun masyarakat,” ucap Khalilurrahman.

Turut hadir dalam acara tersebut Syafiq A. Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam tausyiahnya Syafiq mengigatkan warga Muhammadiyah untuk senantiasa merekat kebersamaan ditengah-tengah beragam peristiwa yang menciderai keberagaman yang ada di Indonesia.

“Dengan semangat merekat kebersamaan mungkin kita dapat mengambil hikmah dari beberapa peristiwa yang telah terjadi di Indonesia,” ungkap Syafiq.

Syafiq juga menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu Muhammadiyah telah mengemukakan sebuah konsep darul ahdi wa syahadah, yakni Indonesia merupakan hasil kesepakatan, dan harus diisi dengan aktifitas keiindonesiaan.

“Maka jangan sampai kita melanggar kesepakatan bersama itu,” pungkas Syafiq.

Kontributor: Nashir Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *