Minggu, 17 Desember 2017
Home/ Berita/ Perguruan Tinggi Muhammadiyah Rintis Kerjasama dengan Berbagai Perguruan Tinggi Ternama di Taiwan

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Rintis Kerjasama dengan Berbagai Perguruan Tinggi Ternama di Taiwan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TAIWAN – Sebanyak 24 Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, disertai tiga Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah diundang oleh Kementerian Pendidikan Taiwan untuk merintis kerja sama dengan Perguruan Tinggi Taiwan pada Kamis (7/12). 
 
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong percepatan internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sehingga siap bersaing dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri. 
 
Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan, PTM harus progresif dan berpikir jauh ke depan, PTM juga harus bisa berinovasi agar semakin maju. 
 
“Kita perbanyak kerja sama internasional untuk meningkatkan daya saing. Namun kita tetap selektif memilih mitra di luar negeri. Kami berharap dari kunjungan ini ada kelanjutan dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama riset, termasuk pengiriman dosen untuk belajar pada program tertentu," ujar Lincolin dalam sambutannya di Universitas Huangkuang. 
 
Tiga pimpinan Majelis Diktilitbang yang terdiri dari Ketua Majelis Lincolin Arsyad, Wakil Ketua Edy Suandi Hamid dan Sekretaris Muhammad Sayuti diterima oleh Rektor Universitas Huangkuang Yueh Guay Huang. Sebelumnya, delegasi mengunjungi Yuanpei of Medical Technology University, dan diterima Rektor Chih Cheng Ling.
 
Menurut agenda yang dijadwalkan, delegasi PTM selama lima hari juga akan mengunjungi Asia University, Da Yeh University,  Cheng Kung University, National Taipei University of nursing and Health Science, dan  Sochow University. Pada akhir kunjungan akan ditandatangani MoU antara Majelis Diktilitbang PPM dengan Kementerian Pendidikan Taiwan di  Taipei.
 
Dalam kesempatan itu, Perguruan Tinggi yang dikunjungi juga menawarkan beasiswa bagi dosen PTM. "Misalnya, mereka menawarkan tadi untuk memberikan pembebasan tuition fee kepada dosen PTM yang akan mengambil PhD keperawatan di Taiwan," ujar Edy. 
 
Harapannya, dengan banyaknya interaksi secara akademik dengan perguruan tinggi mancanegara yang sudah mempunyai tradisi akademik lebih maju ini, Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan.(nisa)
Sumber: Agus Mulyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *